MAGELANG – Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada tata kelola sekolah/madrasah yang tertib, akuntabel, dan berorientasi pada pengembangan jangka panjang. Berangkat dari semangat tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang menggelar Workshop Tata Kelola Sekolah/madrasah/Madrasah Muhammadiyah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Muhammadiyah Mungkid selama empat hari, mulai 31 Agustus hingga 3 September 2026. 

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, serta unsur manajemen sekolah/madrasah dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang. Workshop dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas bagi para pengelola sekolah/madrasah agar mampu menjawab tantangan pendidikan melalui pengelolaan lembaga yang semakin profesional. 

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang, Drs. Muh Rofi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah dan madrasah yang berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa pengelolaan administrasi harus dilakukan dengan penuh ketelitian, terutama dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), karena menjadi salah satu fondasi penting dalam tata kelola lembaga pendidikan. Selain itu, ia juga mendorong sekolah/madrasah untuk semakin proaktif dalam meningkatkan daya saing serta menjaring peserta didik baru. “Workshop tata kelola ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan ini harus mampu mendorong perbaikan sistem administrasi, penguatan manajerial, dan peningkatan mutu tata kelola sekolah/madrasah secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Pesan tersebut diperkuat oleh Drs. Sugiyono, Wakil Ketua Bidang Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari hasil jangka pendek, melainkan dari dampak jangka panjang yang lahir melalui tata kelola yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa penguatan nilai karakter dan pengelolaan sekolah/madrasah yang baik harus berjalan beriringan agar satuan pendidikan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang disusun secara bertahap sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Hari pertama diawali dengan pembahasan mengenai Pengelolaan Keuangan Sekolah/madrasah bersama Imam Slamet, S.E., yang menitikberatkan pada pentingnya perencanaan, pembukuan, dan pelaporan keuangan yang akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan wali murid. 

Pada hari kedua, suasana workshop semakin dinamis melalui materi Penanggulangan Kenakalan Remaja yang disampaikan tim Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai peran Paralegal Sekolah/madrasah, termasuk cara mengenali persoalan hukum, melakukan pendampingan awal, serta menerapkan prosedur yang sesuai ketika menghadapi kasus yang melibatkan peserta didik. Pemateri juga mengingatkan bahwa sekolah/madrasah tidak bertindak sebagai penyidik, melainkan sebagai pendamping yang tetap mengedepankan prinsip edukatif, proporsional, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum. 

Fokus penguatan manajerial berlanjut pada hari ketiga melalui materi penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/madrasah (RKAS) yang dipandu oleh Drs. Mahmud, M.Pd. bersama Erni Triani, S.Pd., M.A. Para peserta diarahkan untuk menyusun perencanaan sekolah/madrasah berdasarkan Evaluasi Diri Sekolah/madrasah (EDS) dan Rapor Pendidikan sehingga program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan satuan pendidikan secara terukur dan berkelanjutan. 

Sebagai penutup, hari keempat menghadirkan materi Pengembangan Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang disampaikan oleh Dr. Ety Syarifah, M.Pd. dan Dr. Irham Nugroho, M.Pd.I. Keduanya menegaskan bahwa AIK bukan sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan identitas utama sekolah/madrasah Muhammadiyah yang perlu terintegrasi dalam seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik. Melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan diharapkan menjadi budaya yang hidup dalam keseharian warga sekolah/madrasah. 

Berakhirnya rangkaian workshop ini menjadi bagian dari komitmen Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang dalam memperkuat tata kelola sekolah/madrasah Muhammadiyah. Materi, regulasi, dan strategi yang telah diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat segera diimplementasikan di masing-masing satuan pendidikan sehingga mampu memperkuat kualitas layanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan sekolah/madrasah, serta mendorong terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berintegritas, dan berkemajuan.

Post Author: Dikdasmen & PNF PDM Kabupaten Magelang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *