Magelang – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang menggelar Rapat Kerja (Raker) sebagai forum evaluasi program sekaligus penyusunan arah kebijakan strategis organisasi untuk periode 2026–2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Pertemuan Warung Soto Hj. Salamah, Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang.
Rapat kerja dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang dengan mengenakan Batik Nasional Muhammadiyah warna hijau sebagai bentuk identitas dan semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Magelang.
Kegiatan dibuka dengan arahan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF yang menegaskan pentingnya rapat kerja sebagai momentum konsolidasi dan akselerasi gerakan pendidikan Muhammadiyah. Raker bertujuan menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi permasalahan strategis, serta menyusun langkah konkret untuk mencapai target organisasi hingga tahun 2027.
Berdasarkan laporan kinerja yang dipaparkan dalam rapat, Majelis Dikdasmen dan PNF telah menunjukkan berbagai capaian positif sepanjang tahun 2025–2026. Realisasi program kerja secara keseluruhan mencapai 61,6%, melampaui target milestone jangka pendek sebesar 59,2%. Selain itu, implementasi sistem administrasi digital SIASMU telah mencapai 100% integrasi pada layanan administrasi tertentu.
Dalam paparannya, sekretariat majelis juga menyampaikan bahwa ekosistem pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Magelang saat ini melayani 116 satuan pendidikan dengan dukungan 1.679 guru dan tenaga kependidikan. Beberapa bidang menunjukkan capaian yang menggembirakan, terutama bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta sekretariat yang dinilai mampu menjalankan program secara optimal.
Rapat kerja dilaksanakan secara sistematis melalui enam sesi pembahasan, meliputi pembukaan dan arahan ketua, evaluasi program kerja 2025–2026, identifikasi permasalahan strategis, penyusunan program prioritas, perumusan rencana tindak lanjut, hingga penetapan keputusan rapat kerja. Seluruh keputusan diambil berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat.
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah program telah berjalan dengan baik dan perlu dilanjutkan, seperti penguatan tata kelola administrasi berbasis SIASMU, pembinaan mutu sekolah, penguatan AIK melalui Baitul Arqam, serta pendampingan pemasaran sekolah dan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Namun demikian, terdapat beberapa program yang masih memerlukan penguatan, antara lain pengembangan sekolah unggul dan International Class Program (ICP), revitalisasi pendidikan nonformal, kaderisasi guru Muhammadiyah, pengembangan basis data alumni, serta klasterisasi sekolah Muhammadiyah.
Sebagai tindak lanjut dari evaluasi tersebut, rapat kerja menetapkan enam program prioritas Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang Tahun 2026–2027, yaitu:
- Klasterisasi dan Pembinaan Sekolah Sehat;
- Pengembangan Sekolah Unggul dan International Class Program (ICP);
- Regenerasi Kepala Sekolah Muhammadiyah;
- Penguatan AIK dan KTAM Guru Muhammadiyah;
- Revitalisasi Pendidikan Nonformal Muhammadiyah;
- Branding dan Pemasaran Sekolah Muhammadiyah.
Selain menetapkan program prioritas, peserta rapat juga menyepakati sejumlah Key Performance Indicators (KPI) Tahun 2027 sebagai tolok ukur keberhasilan majelis. Beberapa target yang ditetapkan antara lain: 100% sekolah terpetakan dalam klaster mutu, minimal tiga sekolah unggul Muhammadiyah, satu sekolah menuju ICP, 100% guru memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), minimal 30 calon kepala sekolah mengikuti Diksuspala, serta pertumbuhan peserta didik baru minimal 10% setiap tahun.
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang menyampaikan bahwa hasil rapat kerja ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan mutu pendidikan, serta menyiapkan kader-kader persyarikatan yang berintegritas dan berkemajuan.
“Rapat kerja ini menjadi pijakan strategis bagi seluruh bidang untuk bekerja lebih terarah, terukur, dan berdampak. Kami berharap seluruh keputusan yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara konsisten demi terwujudnya pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Magelang yang unggul, mandiri, dan berkemajuan,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang optimistis mampu mengakselerasi berbagai program strategis menuju tercapainya target pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas pada tahun 2027.
(Sekretariat Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang)